Langsung ke konten utama

PERKEMBANGAN ISLAM PADA PEMERINTAHAN DINASTI UMAIYYAH

  • SEBAB-SEBAB TERBENTUKNYA PEMERINTAHAN MUAWIYAH
Nama Bani Umaiyyah berasal dari nama seorang pemimpin kabilah Quraisy pada zaman Jahiliyah ialah Umaiyah ibnu Abdi Syam, Ibnu Abdi Manaf. Bani Umaiyah masuk islam setelah peristiwa Fathul Makkah 8 H/630 M, setelah masuk islam mereka berjuang keras untuk mengembangkan agama islam dan berhasil meluaskan wilayahnya ke berbagai penjuru Jazirah Arab dan di luar Wilayah Arab.
Bani Umaiyah menggunakan sistem pemerintahan semacam monarchi absolut yaitu sistem kerajaan yang diwariskan secara turun temurun.
Silsilah Muawiyah :
    A. Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin
    1. Menentukan khalifah atau pemimpin melalui Pemilihan/demokratis
    2. Kekhalifahan didapat melalui kesepakatan seluruh umat islam
    3. Suatu masalah dipecahkan bersama dengan Musyawarah dan Mufakat
    B. Kepemimpinan Muawiyyah
    • PERBANDINGAN GAYA KEPEMIMPINAN MUAWIYAH DENGAN KEKHALIFAHAN SEBELUMNYA
    1. Khalifah ditentukan oleh keturunan atau warisan semacam kerajaaan
    2. Kekhalifahan diperoleh melalui kekerasan diplomasi dan tipu daya
    3. Segala sesuatu ditangan khalifah kekuasaan dan pemerintahan diktator.
    • BIDANG SOSIAL
    Empat orang Khalifah Bani Umaiyah yang Cukup berhasil dalam membangun dan mengembangkan sosial budaya dinegarannya, adalah :
    1. Khalifah Abdul Malik bin Marwan (65-86 H = 685-705 M)
    2. Khalifah Walid bin Abdul Malik (86-96 H = 705-715 M)
    3. Khalifah Umar bin Abdul Aziz (99-101 H = 717-720 M)
    4. Khalifah Hisyam bin Abdul Malik (105-125 H = 724-743 M)
    Beberapa Keunggulan di bidang sosial adalah :
    1. Di bangunnya jalan-jalan raya dan taman-taman sebagai tempat Rekreasi
    2. Dibangunnya pasar-pasar dan Pertokoan
    3. Dibangunnya masjid-masjid yang megah dan indah, sebagai tempat ibadah, tempat bermusyawarah bahkan tempat menuntut ilmu dll
    • MENDIRIKAN BANGUNAN-BANGUNAN
    Bangunan-bangunan yang didirikan pada masa Bani Umaiyah antara lain :
    1. Darus Sina'a yaitu sebuah pabrik kapal perang dan Pabrik senjata yang didirikan di Tunisia
    2. Qubatus Sakrah (Masjid Umar) di Yerussalem (tahun 670 M)
    3. Memperluas Masjidil Haram di Mekkah
    4. Membangun masjid Agung Damaskus (tahun 705 M)
    Ditetapkannya Bahasa Arab sebagai Bahasa Nasional, telah membawa perubahan yang besar terhadap kemajuan-kemajuan di berbagai bidang, khususnya pada bidang budaya.

    • BIDANG PENDIDIKAN DAN SENI
    A) Bidang Pendidikan
    Pada zaman Daulat Bani Umaiyah berbagai bidang ilmu pengetahuan telah berkembang pesat. Cabang-cabang ilmu berkembang antara lain :
    1. Ilmu-ilmu agama disebut Al-Ulumul Islamiyah, yaitu ilmu Qiraat, ilmu Tafsir, ilmu Hadits, ilmu Nahwu-Sharaf, dan ilmu Tarikh
    2. Ilmu Pengetahuan Umum yang disebut Al-Ulumul Dakhiliyah, yaitu : ilmu Kimia, ilmu Kedokteran, ilmu Bumi, ilmu Astronomi
    Pusat kegiatan keilmuan di zaman bani Umaiyah adalah Kota Damaskus (ibu kota  Daulat Bani Umaiyah), Kufah, Basrah, Makkah, Madinah termasuk kota-kota Baru, seperti kota Kairawan, Cordoba, Granada (Pusat Peradaban islam di Spanyol) dan lain-lain.
    B) Bidang Seni
    Cabang-cabang seni yang berkembang di masa Daulat Bani Umaiyah, adalah :
    1. Seni Sastra
    2. Seni Lukis, Seni Ukir, dan Seni Pahat
    3. Seni Suara
    4. Seni Insya atau Seni Mengarang Surat
    5. Seni Khithabah atau Seni Pidato
    6. Seni Bangunan (Arsitektur)
    Seni Bangunan (arsitektur) pada masa ini masih berpusat pada seni bangunan sipil, seperti bangunan kota Damaskus dan Qairawan. Gaya Arsitek kota Damaskus sangat indah,  maka disebut dengan nama istana Hijau.
    Penyair-penyair terkenal pada masa itu :
    1. Numan bin Basyir Al Anshari
    2. Ibnu Mafrah Al Hamiri
    3. Miskin Ad Darany
    4. Abu Aswad Al Dualy
    5. Abu Najam Ar Rajir
    •  KEKUATAN POLITIK BAGI UMAIYAH
    Langkah-langkah politik Bani Umaiyah :
    1. Memindahkan ibukota pemerintahan Bani Umaiyah ke Damaskus untuk memperkokoh kekuasaanya.
    2. Menumpas segala bentuk pemberontakan yang ada demi terciptannya stabilitas dalan negeri
    3. Menyusun organisasi pemerintahan, agar roda pemeritahanya dapat berjalan dengan lancar
    4. Merubah sistem pemerintahan demokrasi ke sistem monarchi
    Sistem politik pemerintahan pada masa Bani Umaiyah banyak terjadi perubahan besar dalam roda pemerintahan. Pada masa ini dibentuk departemen-departemen yang merupakan sistem  pemerintahan Khulafaur Rasyidin.
    Organisasi-Organisasi politik pemerintahan pada masa itu terdiri dari :
    1. Organisasi Politik (An Nidzamul Siyasi)
    2. Organisasi keuangan (An Nidzamul Mali)
    3. Organisasi tata usaha negara (An Nidzamul Idary)
    4. Organisasi Kehakiman (An Nidzamul Qadhai)
    5. Organisasi ketentaraan (An Nidzamul Harby)
    Disamping itu dibentuk Dewan Sekretaris Negara (Diwanul Kitabah) untuk mengurus berbagai persoalan pemerintahan, maka ditetapkan 5 orang Sekretaris :
    1. Sekretaris persuratan (Katibul Rasail)
    2. Sektretaris keuangan (Katibul Kharraj)
    3. Sekretaris tentara (Katibul Jundi)
    4. Sekretaris kepolisian (Katibul Syurtah)
    5. Sekretaris kehakiman (Katibul Qadhi)
    • KEKUATAN MILITER BANI UMAIYAH
    Besarnya kekuatan militer dimasa Daulah Bani Umaiyah antara lain :
    1.Masa Khalifah Muawiyah
    1.  jumlah Armada yang dikirim ke Laut Tengah sebanyak 1700 kapal laut dengan puluhan ribu tentara angkatan laut dan darat untuk menundukkan Konstatinopel
    2. jumlah pasukan tentara yang dikirim ke Afrika Utara sebanyak 10.000 pasukan berkuda dibawah pimpinan Uqbah bin Nafi untuk menundukkan Lybia dibawah kekuasaan Romawi.
    2. Masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan
    Mengirim pasukan berjumlah 30.000 orang yang dipimpin oleh Abdullah bin Zaid untuk menumpas pemberontakan Syiah di Kufah Irak.
    3. Masa Khalifah Walid bin Abdul Malik
    Mengirim pasukan berjumlah 7000 orang yang terdiri dari bangsa Barbar dengan Panglima yang terkenal yaitu Tharik bin Ziyad dan berhasil menguasai Spanyol melalui  selat Jabal Tharik atau Gibraltar tahun 711 M
    4. Masa Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik
    Khalifah mengirim 100.000 tentara dengan kapal lautnya sejumlah 1.800 buah dipimpin Maslamah bin Abdul Malik untuk menaklukan Konstatinopel yang Ketiga Kalinya.




    Komentar