KHALIFAH ABU BAKAR ASH SHIDDIQ
- PERIODE MAKKAH
Abu Bakar adalah putera Usman, Abu
Quhafah bin Amir. Silsilah keturunannya bertemu dengan nabi pada Ka’ab bin Luai
yang bertali temali keatas sampai kepada nabi Adam.
Panggilan Abu Bakar As Shidiq ini
sebenarnya adalah sebagai gelaran saja. Abu artinya Bapak, Bakar artinya dengan
segera (Beliau dinamai demikian karena beliau masuk islam dengan segera,
mendahului yang lain). Kemudian As Shidiq, artinya yang amat membenarkan.
Karena beliau amat membenarkan berbagai pengalaman dan ajaran yang dibawa Nabi
Muhammad SAW. Terutama peristiwa Isra’ dan Mi’raj.
Adapun namanya sebelum islam yaitu
Abdul Ka’bah dan sesudah islam mendapat nama baru dari Nabi yaitu menjadi
Abdullah. Beliau lahir pada tahun 568 M atau 55 tahun sebelum hijrah. Ibunya
bernama Salma Ummul Khair, yaitu anak paman Abu Quhafah sendiri.
Tentang pribadinya, Abu Bakar terkenal
sebagai sebagai orang yang berakhlak mulia, jujur, cerdas, cakap, kuat kemauan,
dan pemberani, tetapi beliau terkenal pula sebagai orang rendah hati, pemaaf
dan dermawan.
- PERANAN ABU BAKAR TERHADAP DAKWAH NABI DI MAKKAH
- Mengajak kepada sahabat-sahabatnya untuk mempercayai seruan Nabi Muhammad, diantaranya sahabat yang masuk islam ketika itu adalah Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqosh, dll.
- Mencurahkan pikiran, tenaga, dan hartanya demi tersiarnya agama islam, membebaskan tujuh orang budak dengan maksud agar mereka memperoleh kebebasan menjalankan agama, seperti budak yang terkenal yaitu Bilal bin Rabbah yang menjadi muadzin yang terkenal.
- Selalu membenarkan apa yang dikatakan maupun yang diperbuat oleh Nabi, seperti Peristiwa isra’ dan mi’raj.
- Menemani nabi hijrah ke Yatsrib/Madinah dan menjaga Nabi dari kepungan pemuka-pemuka Quraisy yang hendak membunuh Nabi dengan mendapat Imbalan 100 ekor unta.
- PERIODE MADINAH
Di Madinah, Abu Bakar dipersaudarakan
dengan Khazijah bin Zaid dari kabilah Kharaj, sehingga terbinalah persaudaraan
antara golongan Muhajirrin dan Kaum Anshar. Dan peran Abu bakar dalam sejumlah
peperangan antara lain :
- Dalam Perang Badar
Terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun
2 H. peperangan ini jumlah Pasukannya tidak seimbang dengan pasukan muslim
berjumlah 300 orang dan kaum Quraisy sebanyak 1000 orang. Peran Abu Bakar yaitu
antara lain :
a)
Memberikan
semangat juang kepada pasukan islam, agar tetap maju biarpun kekuatan pasukan
tidak seimbang.
b)
Memberikan
dorongan moril kepada Nabi dalam doanya, Bahwa Allah akan selalu mengabulkan
doa-doanya, terutama bagi hambanya yang menegakkan kebenaran, kemudian pun
turun wahyu Al Anfal : 9
c)
Ikut
menentukan nasib tawanan perang, agar mereka dibebaskan dengan tebusan, bagi
yang tidak berharta dapat diganti dengan mengajari penduduk Madinah membaca dan
menulis.
- Dalam Perang Uhud
Terjadi pada
tahun 3 H (625 M). peran Abu Bakar yaitu :
a)
Memberikan
pendapat untuk menghadapi musuh yang jumlahnya besar.
b)
Memberikan
semangat pasuka islam yang tinggal 700 orang karena di hasut oleh Abdullah bin
Ubay untuk tetap setia meneruskan dan mengikuti komando nabi.
c)
Mengikuti
dalam setiap perlawanan pasukan islam terhadap bangsa Yahudi dan serta ditunjuk
oleh Nabi sebagai Imam Sholat.
- PROSES PENGANGKATAN ABU BAKAR MENJADI KHALIFAH
Dan keesokan harinya dilakukan Baiat umum di masjid Nabawi, pidato Abu Bakar setelah dibaiat, "wahai manusia, saya telah diangkat sebagai khalifah, padahal saya bukanlah orang yang terbaik diantara kamu, maka jika kalau aku menjalankan tugasku dengan baik, ikutilah aku, jika saya berbuat salah maka betulkanlah aku.
- · JASA-JASA DAN PENINGGALAN ABU BAKAR ASH SHIDDIQ
1.
Memberantas
nabi-nabi Palsu diantaranya yaitu Musailamah Al Kahzab, Thulaihah, Aswad al
Ansi
2.
Memerangi
orang-orang yang ingkar zakat, yang beranggapan bahwa membayar zakat hanya
kepada Nabi Muhammad, setelah wafat tidak ada lagi kewajiban.
3.
Memberantas
orang-orang yang murtad, belum memahami tentang islam
4.
Menghimpun
Al Qur’an Atas usul Umar bin Khattab dengan alasan : banyak penghafal Al Qur’an
yang gugur syahid, tulisan di pelepah-pelepah kurma, batu-batu tulang,
dikhawatirkan rusak dan hilang, dan untuk menjaga kemurnian Al Qur’an,
penulisan tersebut diserahkan kepada Zaid bin Tsabit dan disimpan oleh Khalifah
Abu bakar.
5.
Memperluas
wilayah penyebaran agama islam ke :
Hiroh dijadikan pusat pertahanan dan ibukota diluar Arab, Anbar dan
Persia, Daumatul jandal, Firad, Kazima (Mazar), Yarmuk, Syam (Pernah dikuasai
tentara Romawi) dan Syiria.
·
PENINGGALAN-PENINGGALAN
ABU BAKAR :
1.
Mushaf
Al Qur’an
2.
Wilayah
kekuasaan islam
3.
Semangat,
tekad, sikap untuk berpegang teguh pada kebenaran dan berkorban jiwa harta demi
membela agama islam.
Komentar
Posting Komentar